Kepada seluruh pembaca, semoga anda senantiasa di Jalan Allah dan selalu mendapat magfirahNYA……Amiin…
Postingan ini bukanlah asli tulisan dari saya secara pribadi, akan tetapi saya kutip dari kiriman pada facebook saya dari Mtq Nadzmi.
Kenapa saya harus mengutip kisah ini…? ini semua karena di dalam kisah ini ada terkandung nilai nasehat di dalamnya, sehingga dapat dijadikan bahan renungan untuk kita semua pembaca agar kita senantiasa berada di jalan Allah SWT…Amiiiin…..
Kisah Seorang Hamba Allah sebut saja si fulan yang lebih kurang sembilan tahun menetap di Mekah sambil menguruskan jemaah haji dan umrah, yang telah melalui berbagai pengalaman menarik dan pelik. namun dari banyaknya pengalaman yang di jalani ada suatu kisah yang tak akan pernah dilupakan oleh si fulan tersebut.
Kisahnya Kurang Lebih Sbb (maksudnya sebagai berikut bro..!!! ^_^)
Kisah ini berlaku kepada seorang wanita yang berusia di pertengahan 30-an (siapa bilang 70 an..?) Ketika si fulan tersebut menguruskan satu rombongan haji. yang setibanya wanita tersebut bersama rombongan haji di Lapangan Terbang Jeddah si fulan tersebut menyambut dan mengantar rombongan itu dengan sebuah bus. Yang ketika itu Semuanya nampak riang sebab itulah kali pertama mereka menunaikan ibadah haji.
Dan setelah tiba, si fulan tersebut membawa rombongan itu menaiki bus menuju ke Madinah.
Alhamdulillah, segalanya berjalan lancar hinggalah mereka sampai di Madinah. lalu semua orang turun dari bus satu persatu sampai tiba kepada giliran wanita yang dimaksud (adalah seorang pramugari) .
Kalau bicara pramugari aku teringat ketika aku dalam perjalan menuju ke suatu Kota. Pas saat itu seorang pramugari sedang membagikan jatah makanan buat penumpang tanpa sadar atau tidak ku pegang tangan pramugari tersebut dan !!! aduhai lembutnya di tambah senyumannya yang ckckckckc….hehehehehehe……..jangan cemburu yaaa…???
Lanjut kisah tanpa ada penyebab apapun disaat wanita sepertiga abad tersebut menjejakkan kakinya di tanah madinah, lantas wanita tersebut tiba-tiba tumbang tak sadarkan diri.Dan sebagai orang yang dipertanggungjawabkan mengurus jemaah itu, si fulanpunpun bergegas menuju ke arah wanita itu. "Jemaah ini sakit” kata si fulan pada jemaah-jemaah yang lain.yang mengakibatkan suasana yang tadinya tenang langsung berubah menjadi cemas.dan Semuanya nampak panik dengan apa yang sedang terjadi.
"Badan nya panas dan menggigil. Jemaah ini tak sadarkan diri, sehingga tanpa membuang-buang waktu lagi sifulan beserta beberapa jamaah mengangkat wanita tersebut dan membawanya ke rumah sakit yang terdekat di kota Madinah . Sementara itu, jemaah yang lain melanjutkan ke tempat penginapan masing-masing.
Sampai di rumah sakit Madinah, wanita itu masih belum sedarkan diri. walaupun Berbagai usaha sudah dilakukan oleh dokter untuk memulihkannya, namun semuanya gagal.sampai masuk waktu petang, wanita itu masih juga koma.
Sementara itu, tugas membimbing jemaah harus di teruskan oleh si fulan tersebut. mau tidak mau terpaksa wanita tersebut di tinggalkan dulu di rumah sakit.
Namun dalam kesibukan mengurus jamaah, si fulan tersebut tetap berkomunikasi dengan pihak rumah sakit Madinah untuk mengetahui perkembangan wanita tersebut. dan hasilnya tetap belum ada perubahan alias masih belum juga sadarkan diri.
Selepas dua hari, wanita itu masih juga tidak sedarkan diri. sang fulan semakin cemas, maklumlah, peristiwa itu adalah pengalaman pertama baginya berhadapan dengan situasi seperti itu.
Karena semua usaha yang dilakukan untuk memulihkannya gagal, maka wanita itu dirujuk ke rumah sakit Abdul Aziz Jeddah untuk mendapatkan perawatan yang lebih insentif lagi sebab pada masa itu rumah sakit di Jeddah adalah yang lebih lengkap dengan kemudahan fasilitas dibanding waktu di Madinah. Namun usaha untuk memulihkan masih juga tidak berhasil.
Akhirnya Jadual haji tetap diteruskan. dan rombongan jamaah bertolak ke Mekah untuk mengerjakan ibadah haji. Selesai haji, sekali lagi sifulan pergi ke Jeddah.Namun malangnya, setiba di rumah sakit King Abdul Aziz, sifulan diberitahu oleh dokter bahwa wanita tersebut masih tetap koma. walaupun , kata dokter, keadaannya tetap stabil. mendengar informasi itu , sifulan mengambil keputusan untuk menunggunya di hospital.
Setelah dua hari menunggu, akhirnya wanita sadar sambil membuka matanya. dan memandang ke arah sifulan tersebut.lantas bangkit dari pembaringannya, serta-merta memeluk sifulan dengan eratnya sambil menangis terisak-isak.
Sudah tentu sifulan terkejut, sebab Iai bukan muhrimnya, Tambahan pula kenapa dia tiba-tiba menangis??
(andai aku pasti ku nyanyikan Hapuslah air mata mu……pembaca lanjutkan sendiri lagunya yaaa !!!) hehehehehehe………..intermezzo
Lanjut kisah sifulan bertanya kepada wanita tersebut, "Kenapa Nyonya menangis?", lantas wanita tersebut menjawab“Ustaz….saya taubat Ustaz. Saya menyesal, saya takkan berbuat lagi hal-hal yang tidak baik yang mendatangkan dosa. Saya bertaubat, saya betul-betul taubat."Ucap wanita tersebut.
"Ada apa gerangan dengan nyonya tiba-tiba saja hendak bertaubat?" tanya sifulan masih dengan wajah yang terheran-heran.Namun wanita itu terus saja menangis tersedu-sedu tanpa menjawab pertanyaan sifulan.
Namun beberapa saat wanita itu berbicara dan menceritakan kepada sifulan mengapa dia berkelakuan demikian.
Katanya, "Ustaz, saya ini sudah berumah tangga, nikah dengan lelaki orang bule. Tapi saya hilaf. Saya cuma Islam dari nama dan keturunan saja.
Ibadah satu pun saya tak laksanakan. Saya tak sembahyang, tak puasa, semua amalan ibadah saya dan suami saya tak pernah jalankan.
Rumah saya penuh dengan botol arak. Suami saya, saya sepak saya tendang , saya pukul-pukul saja," katanya sambil tersedu-sedu.
"Lantas kenapa Nyonya bisa naik haji?"
"Ya ialah...saya tengok orang lain pergi haji, saya pun ingin juga hendak pergi."
"Jadi apa sebab yang Nyonya menangis sampai macam begini macami. apa ada sesuatu yang nyonya alami semasa sakit?" tanya sifulan”
Dengan suara terisak-isak, wanita itu lantas menceritakan segala yang dialami selama masa sakitnya (Koma tak sadarkan diri)
"Ustaz...Allah itu Maha Besar, Maha Agung, Maha Kaya. Semasa koma tu, saya telah diazab dengan siksaan yang benar-benar pedih atas segala dosa yang telah saya buat selama ini.
"Benarkah demikian Nyonya?" tanya sifulan dalam keadaan terkejut.
"Betul Ustaz. Semasa koma itu saya telah ditunjukkan oleh Allah tentang balasan yang Allah beri kepada saya. Balasan azab Ustaz, bukan balasan syurga.
Saya rasa seperti diazab di neraka. Saya selama ini tak pernah pakai jilbab. Sebagai balasan, rambut saya ditarik dengan bara api.
Sakitnya tak bisa saya ceritakan macam mana pedihnya. Menjerit-jerit saya minta ampun minta maaf kepada Allah."
"Bukan itu saja, buah dada saya pula diikat dan dijepit dengan penjepit yang dibuat daripada bara api, kemudian ditarik ke sana-sini...sampai lepas, jatuh ke dalam api neraka.
Buah dada saya hangus terbakar, panasnya bukan main. Saya menjerit, menangis kesakitan. Saya masukkan tangan ke dalam api itu dan saya ambil buah dada itu kembali."
Tanpa mempedulikan pasien lain jururawat memerhatikannya wanita itu terus bercerita.
Menurutnya lagi, setiap hari dia diseksa, tanpa henti, 24 jam sehari.
Dia tidak diberi peluang langsung untuk beristirahat atau dilepaskan dari pada hukuman sepanjang masa koma itu dilaluinya dengan azab yang amat pedih.
Dengan suara terisak-isak, dan dengan air mata yang makin banyak bercucuran, wanita itu meneruskan ceritanya,
"Hari-hari saya disiksa. Bila rambut saya ditarik dengan bara api, sakitnya terasa seperti hendak tercabut kulit kepala. Panasnya pula menyebabkan otak saya terasa seperti menggelegak.
Azab itu cukup pedih...pedih yang amat sangat...tak boleh nak diceritakan."
Sambil bercerita, wanita itu terus meraung, menangis teresak-esak. Nyata dia betul-betul menyesal dengan kesilapannya dahulu.
Sifulanpun terpegun, kaget dan menggigil mendengar ceritanya.
Begitu sekali balasan Allah kepada umatnya yang ingkar.
"Ustaz...saya nama saja Islam, tapi saya minum arak, saya main judi dan segala macam dosa besar.
Kerana saya suka makan dan minum apa yang diharamkan Allah, semasa tidak sedarkan diri itu saya telah diberi makan buah-buahan yang berduri tajam.
Tak ada isi pada buah itu melainkan duri-duri saja, tapi saya perlu makan buah-buah itu sebab saya betul-betul lapar.
"Bila ditelan saja buah-buah itu, duri-durinya menikam kerongkong saya dan bila sampai ke perut, ia menikam pula perut saya.
Sedangkan jari yang tercucuk jarum pun terasa sakitnya, inikan pula duri-duri besar menyucuk kerongkong dan perut kita.
Habis saja buah-buah itu saya makan, saya diberi pula makan bara-bara api.
Bila saya masukkan bara api itu ke dalam mulut, seluruh badan saya rasa seperti terbakar hangus.
Panasnya cuma Allah saja yang tahu. Api yang ada di dunia ini tidak akan sama dengan kepanasannya.
Selepas habis bara api, saya minta minuman, tapi...saya dihidangkan pula dengan minuman yang dibuat dari nanah.
Baunya cukup busuk. Tapi saya terpaksa minum sebab saya sangat dahaga. Semua terpaksa saya lalui...azabnya tak pernah rasa, tak pernah saya alami sepanjang saya hidup di dunia ini."
Sifulan terus mendengar cerita wanita itu dengan tekun. Terasa sungguh kebesaran Allah.
"Masa diazab itu, saya memohon mohon kepada Allah supaya berilah saya nyawa sekali lagi, berilah saya peluang untuk hidup sekali lagi.
Tak berhenti-henti saya memohon. Saya kata saya akan buktikan bahwa saya tak akan ulangi lagi kesilapan dahulu.
Saya berjanji tak akan ingkar perintah Allah dan akan jadi umat yg soleh.
Saya berjanji kalau saya dihidupkan semula, saya akan tampung segala kekurangan dan kesilapan saya dahulu, saya akan mengaji, akan sembahyang, akan puasa yang selama ini saya tinggalkan."
Sifulan termenung mendengar cerita wanita itu. Benarlah, Allah itu Maha Agung dan Maha Berkuasa.
Kita manusia ini tak akan terlepas daripada balasannya. Kalau baik amalan kita maka baiklah balasan yang akan kita terima, kalau buruk amalan kita, maka azablah kita di akhirat kelak.
Alhamdulillah, wanita itu telah menyaksikan sendiri kebenaran Allah.
"Ini bukan mimpi ustaz. Kalau mimpi azabnya takkan sampai pedih macam ini.
Saya bertaubat Ustaz, saya tak akan ulangi lagi kesilapan saya dahulu. Saya bertaubat... saya taubat Nasuha," katanya sambil menangis-nangis.
Sejak itu wanita berkenaan benar-benar berubah. Bila saya membawanya ke Mekah, dia menjadi jemaah yang paling warak.
Amal ibadahnya tak henti-henti. Contohnya, kalau wanita itu pergi ke masjid pada waktu maghrib, dia cuma akan balik ke biliknya semula selepas sembahyang subuh.
"Puan...yang puan sembahyang teruk-teruk ni kenapa. Puan kena jaga juga kesihatan diri puan. Lepas sembahyang Isyak tu puan baliklah, makan nasi ke, berehat ke..." tegur saya.
"Tak apalah Ustaz. saya ada bawa buah kurma. Bolehlah saya makan semasa saya lapar."
Menurut wanita itu, sepanjang berada di dalam Masjidil Haram, dia mengqadakan semula sembahyang yang ditinggalkannya dahulu.
Selain itu dia berdoa, mohon kepada Allah supaya mengampunkan dosanya. Saya kasihan melihatkan keadaan wanita itu, takut kerana ibadah dan tekanan perasaan yang keterlaluan dia akan jatuh sakit pula.
Jadi saya menasihatkan supaya tidak beribadat keterlaluan hingga mengabaikan kesihatannya.
"Tak boleh Ustaz. Saya takut...saya dah merasai pedihnya azab tuhan. Ustaz tak rasa, Ustaz tak tau. Kalau Ustaz dah merasai azab itu, Ustaz juga akan jadi macam saya. Saya betul- betul bertaubat."
Wanita itu juga berpesan kepada saya, katanya, "Ustaz, kalau ada perempuan Islam yang tak pakai tudung, Ustaz ingatkanlah pada mereka, pakailah tudung.
Cukuplah saya seorang saja yang merasai seksaan itu, saya tak mau wanita lain pula jadi macam saya.
Semasa diazab, saya tengok undang-undang yang Allah beri ialah setiap sehelai rambut wanita Islam yang sengaja diperlihatkan kepada orang lelaki yang bukan mahramnya, maka dia diberikan satu dosa.
Kalau 10 orang lelaki bukan mahram tengok sehelai rambut saya ini, bermakna saya mendapat 10 dosa."
"Tapi Ustaz, rambut saya ini banyak jumlahnya, beribu-ribu. Kalau seorang tengok rambut saya, ini bermakna beribu-ribu dosa yang saya dapat.
Kalau 10 orang tengok, macam mana? Kalau 100 orang tengok? Itu sehari, kalau hari-hari kita tak pakai tudung macam saya ni??? Allah..."
"Saya berazam, balik saja dari haji ini, saya akan minta tolong dari ustaz supaya ajar suami saya sembahyang, puasa, mengaji, buat ibadat.
Saya nak ajak suami pergi haji. Seperti mana saya, suami saya tu Islam pada nama saja. Tapi itu semua kesilapan saya.
Saya sudah bawa dia masuk Islam, tapi saya tak bimbing dia. Bukan itu saja, saya pula yang jadi seperti orang bukan Islam."
Sejak balik dari haji itu, saya tak dengar lagi apa-apa cerita tentang wanita tersebut.
Bagaimanapun, saya percaya dia sudah menjadi wanita yang benar-benar solehah. Adakah dia berbohong kepada saya tentang ceritanya diazab semasa koma?
Tidak. Saya percaya dia bercakap benar. Jika dia berbohong, kenapa dia berubah dan bertaubat Nasuha?
Satu lagi, cubalah bandingkan azab yang diterimanya itu dengan azab yang digambarkan oleh Allah dan Nabi dalam Al-Quran dan hadith. Adakah ia bercanggah?
Benar, apa yang berlaku itu memang kita tidak dapat membuktikannya secara saintifik, tapi bukankah soal dosa dan pahala, syurga dan neraka itu perkara ghaib?
Janganlah bila kita sudah meninggal dunia, bila kita sudah diazab barulah kita mahu percaya bahawa "Oh... memang betul apa yang Allah dan Rasul katakan. Aku menyesal..." Itu dah terlambat.
REBUTLAH 5 PELUANG INI SEBELUM TIBA 5 RINTANGAN
WAKTU KAYA SEBELUM MISKIN, WAKTU SENANG SEBELUM SIBUK, WAKTU SIHAT SEBELUM SAKIT, WAKTU MUDA SEBELUM TUA DAN WAKTU HIDUP SEBELUM MATI
" SAMPAIKANLAH PESANKU BIARPUN SATU AYAT...."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar