Assalamu alaikum Wr.Wb
Marhaban Yaa Ramadhan, Ramadhan kembali tiba. Segenap umat Islam baik tua dan mudah, miskin dan kaya, laki-laki maupun perempuan, beramai-ramai menyambut bulan suci Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan Agung. Dengan keagungan bulan suci Ramadhan ini mengakibatkan gerbang rahmat dibuka dengan lebar, pintu neraka terkunci dengan rapat, dan syaitan semuanya pun dibelenggu. (Tapi anda masih juga berbuat dosa dan maksiat dengan sengaja, jangan2 dah berubah tun anda yang jadi syaitannya.....heheheh).
Puasa bulan Ramadhan tidak bisa dilepas dari peristiwa penting hijrah Nabi S.A.W ke Madinah dengan tujuan menghindari diri dari gangguan kaum musyrik Quraisy. Di mana peristiwa tersebut merupakan momentum penting pembentukan dan penyempurnaan syariat Islam dikemudian hari.
Puasa Ramadhan diwajibkan pada Nabi Muhammad SAW dan umatnya pada bulan Sya'ban tahun 2 Hijriyyah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam selama ini. Ibadah fisik ritual Islam kebanyakan diwajibkan pada tahun 2 Hijriyyah ini seperti Shalat, Adzan, dan Iqamah.
Kadang kita bertanya, siapa orang pertama yang berpuasa di bulan Ramadhan...? (Kalo elu bingung nunjuk aku aja yeee....wkwkwkwkwk)
Berdasarkan kitab yang dijelaskan Imam al Qurthubi (Aku belum tahu tuh yang mana bukunya, info ini ku dapat dari referensi yang lain) , bahwa yang pertama kali puasa di bulan Ramadhan sesungguhnya adalah Nabi Nuh AS, sebagai ungkapan tanda syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan beliau beserta pengikutnya dari badai dan banjir yang menimpah negeri umat beliau.
Sebelum ayat yang mewajibkan puasa turun, umat Islam waktu itu biasa berpuasa wajib pada 10 Muharram atau dikenal dengan hari "Asyura". Hal ini terjadi, ketika Nabi SAW tiba di Madinah semasa peristiwa Hijrah, beliau mendapat orang-orang Yahudi di sana biasa berpuasa setiap tanggal 10 Muharram.
Baginda Nabi SAW lantas bertanya pada mereka tentang sebab berpuasa pada hari tersebut . Lantas orang-orang Yahudi menjawab, karena pada hari itu Allah telah menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari serangan Fir'aun (itutuh,...peristiwa air dibelah kayak pake parang sabil aja, hehehehehe) sehingga mereka berpuasa sebagai tanda syukur pada hari tersebut.
Dengan penjelasan tersebut Lantas Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada Umat Islam (Aku gak berani cerita apa yang di jelaskan Beliau SAW karena kalo salah jelasin, ntar dikira fitnah...takut aaah....soale Fitnahkan lebih kejam dari pembunuhan...mana bulan puasa lagi !! bisa-bisa bukan dapat pahala...eeeh malah pegang Paha....AWAS JANGAN NGERES NTAR MAKRUH TUH PUASANYA,.....hahahahaha)....yang akhirnya Nabi SAW memerintahkan umat Islam agar berpuasa pada bulan Muharram tersebut.
Pada awalnya, umat Islam diwajibkan berpuasa sampai waktu magrib. Setelah berbuka mereka masih diperbolehkan makan, minum, dan bersetubuh hingga kemudian menunaikan shalat Isyah dan tidur, mereka tidak diperbolehkan lagi makan, minum , dan bersetubuh hingga tiba saatnya waktu berbuka. Puasa ini sangat berat dirasakan oleh Umat Islam sehingga banyak juga yang melanggar.( Eh...ternyata di zaman Nabi SAW ada juga umat yang Puasa TOKO TETO...)
Sehingga turunnya surah Al-Baqarah ayat 187 untuk mengubah model puasa tersebut.
Marhaban Yaa Ramadhan, Ramadhan kembali tiba. Segenap umat Islam baik tua dan mudah, miskin dan kaya, laki-laki maupun perempuan, beramai-ramai menyambut bulan suci Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan Agung. Dengan keagungan bulan suci Ramadhan ini mengakibatkan gerbang rahmat dibuka dengan lebar, pintu neraka terkunci dengan rapat, dan syaitan semuanya pun dibelenggu. (Tapi anda masih juga berbuat dosa dan maksiat dengan sengaja, jangan2 dah berubah tun anda yang jadi syaitannya.....heheheh).
Puasa bulan Ramadhan tidak bisa dilepas dari peristiwa penting hijrah Nabi S.A.W ke Madinah dengan tujuan menghindari diri dari gangguan kaum musyrik Quraisy. Di mana peristiwa tersebut merupakan momentum penting pembentukan dan penyempurnaan syariat Islam dikemudian hari.
Puasa Ramadhan diwajibkan pada Nabi Muhammad SAW dan umatnya pada bulan Sya'ban tahun 2 Hijriyyah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam selama ini. Ibadah fisik ritual Islam kebanyakan diwajibkan pada tahun 2 Hijriyyah ini seperti Shalat, Adzan, dan Iqamah.
Kadang kita bertanya, siapa orang pertama yang berpuasa di bulan Ramadhan...? (Kalo elu bingung nunjuk aku aja yeee....wkwkwkwkwk)
Berdasarkan kitab yang dijelaskan Imam al Qurthubi (Aku belum tahu tuh yang mana bukunya, info ini ku dapat dari referensi yang lain) , bahwa yang pertama kali puasa di bulan Ramadhan sesungguhnya adalah Nabi Nuh AS, sebagai ungkapan tanda syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan beliau beserta pengikutnya dari badai dan banjir yang menimpah negeri umat beliau.
Sebelum ayat yang mewajibkan puasa turun, umat Islam waktu itu biasa berpuasa wajib pada 10 Muharram atau dikenal dengan hari "Asyura". Hal ini terjadi, ketika Nabi SAW tiba di Madinah semasa peristiwa Hijrah, beliau mendapat orang-orang Yahudi di sana biasa berpuasa setiap tanggal 10 Muharram.
Baginda Nabi SAW lantas bertanya pada mereka tentang sebab berpuasa pada hari tersebut . Lantas orang-orang Yahudi menjawab, karena pada hari itu Allah telah menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari serangan Fir'aun (itutuh,...peristiwa air dibelah kayak pake parang sabil aja, hehehehehe) sehingga mereka berpuasa sebagai tanda syukur pada hari tersebut.
Dengan penjelasan tersebut Lantas Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada Umat Islam (Aku gak berani cerita apa yang di jelaskan Beliau SAW karena kalo salah jelasin, ntar dikira fitnah...takut aaah....soale Fitnahkan lebih kejam dari pembunuhan...mana bulan puasa lagi !! bisa-bisa bukan dapat pahala...eeeh malah pegang Paha....AWAS JANGAN NGERES NTAR MAKRUH TUH PUASANYA,.....hahahahaha)....yang akhirnya Nabi SAW memerintahkan umat Islam agar berpuasa pada bulan Muharram tersebut.
Pada awalnya, umat Islam diwajibkan berpuasa sampai waktu magrib. Setelah berbuka mereka masih diperbolehkan makan, minum, dan bersetubuh hingga kemudian menunaikan shalat Isyah dan tidur, mereka tidak diperbolehkan lagi makan, minum , dan bersetubuh hingga tiba saatnya waktu berbuka. Puasa ini sangat berat dirasakan oleh Umat Islam sehingga banyak juga yang melanggar.( Eh...ternyata di zaman Nabi SAW ada juga umat yang Puasa TOKO TETO...)
Sehingga turunnya surah Al-Baqarah ayat 187 untuk mengubah model puasa tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar